Kesehatan

Alasan Diet Tinggi Serat Bantu Meringankan Gejala Ambeien

LIGAPEDIA.news – Penderita wasir atau ambeien penting untuk memerhatikan pola makan sehari-hari dalam mengelola dan meringankan gejalanya. Salah satu yang direkomendasikan para ahli adalah diet tinggi serat.

Ambeien biasa ditandai dengan pembengkakan yang terjadi di pembuluh darah sekitar anus atau bagian dalam rektum.

Kondisi ini bisa menyebabkan keluhan seperti nyeri, rasa sakit, gatal berlebihan hingga pendarahan. Gejala-gejala yang muncul itu berpotensi mengganggu rutinitas penderitanya jika tidak segera ditangani.

Andrew Reynolds, BSc, MSc, peneliti pascadoktoral di Departemen Kedokteran Universitas Otago, Selandia Baru mengungkapkan, diet tinggi serat bisa menjadi salah satu solusi meredakan gejala tersebut.

“Kejadian ambeien sebagian besar disebabkan oleh waktu yang melelahkan di toilet. Ditambah lagi, banyaknya mengejan saat buang air besar bisa disebabkan oleh kurangnya asupan serat makanan,” kata Reynolds, seperti dilansir Livestrong.

Serat dapat membantu melembutkan tekstur tinja, yang berarti mengurangi waktu buang air besar sekaligus mengurangi rasa nyeri.

“Konsumsi serat berarti memiliki risiko rendah untuk terkena ambeien sekaligus meringankan gejalanya seperti iritasi yang sudah ada hingga tinja berdarah,” tambah dia.

Pilihan Makanan Berserat Tinggi

Diet tinggi serat dapat berasal dari sejumlah makanan yang meliputi buah-buahan seperti apel atau pir, serta berbagai jenis sayuran seperti brokoli, wortel, buncis, hingga bayam.

Asupan biji-bijian dan kacang-kacangan juga dapat dipertimbangkan dalam diet tinggi serat seperti gandum utuh, havermut, quinoa, kacang hitam, kacang lentil, serta kacang merah.

Meski pun diet tinggi serat dapat membantu meringankan gejala ambeien, Reynolds menyarankan untuk menambah asupan serat secara perlahan untuk menghindari masalah konstipasi atau produksi gas berlebihan.

“Ketika secara drastis meningkatkan asupan serat dalam keseharian, mereka mungkin dapat mengalami sakit perut dan kembung.”

“Ini adalah masalah sementara karena menjadi bagian dari adaptasi tubuh. Saran saya, kita dapat menerapkan asupan diet tinggi serat secara perlahan dan ditingkatkan seiring waktu,” tukasnya.

Sumber : lifestyle.kompas.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *