Alasan Robot Sejauh ini Belum Bisa Saingi Hewan

Alasan Robot Sejauh ini Belum Bisa Saingi Hewan
Alasan_Robot_Sejauh_ini_Belum_Bisa_Saingi_Hewan

LIGAPEDIA.news – Meski jutaan dolar dikucurkan buat menciptakan robot yang dapat berjalan atau berlari seperti hewan, sampai saat ini teknologi tersebut masih banyak kelemahan jika dibandingkan hewan.

“Seekor rusa kutub dapat bermigrasi sejauh ribuan kilometer melalui medan yang berat, kambing gunung dapat memanjat tebing, menemukan pijakan yang tampaknya tidak ada di sana, dan kecoa dapat kehilangan satu kaki dan tidak dapat melambat,” kata Max Donelan, salah satu peneliti dari Profesor di Departemen Fisiologi dan Kinesiologi Biomedis Universitas Simon Fraser melansir Science Daily.

Bacaan Lainnya

“Kami belum memiliki robot yang mampu memiliki daya tahan, kelincahan, dan kekokohan seperti ini,” lanjutnya.

Untuk memahami mengapa dan bagaimana robot bisa tertinggal dibandingkan hewan, tim ilmuwan menyelesaikan penelitian mengenai berbagai aspek dalam menjalankan robot dan membandingkannya dengan hewan.

Penelitian tersebut kemudian terbit dalam jurnal yang diterbitkan di Science Robotics pada April 2024. Penelitian ini menemukan hasil bahwa sebenarnya kinerja komponen biologis sangat buruk jika dibandingkan dengan komponen buatan.

Dalam penelitiannya, para peneliti mempelajari satu dari lima “subsistem” berbeda yang digabungkan untuk membuat robot berjalan yakni kekuatan, bingkai, aktuasi, penginderaan, dan kontrol yang kemudian dibandingkan dengan padanan biologis pada hewan.

Secara umum hasilnya menunjukkan kinerja robot memang lebih baik daripada hewan yang disebabkan oleh keunggulan komponen buatan lebih baik dibanding komponen biologis.

Akan tetapi, hewan yang memiliki keunggulan dalam integrasi dan pengendalian komponen-komponen biologis tersebut dapat membuat pergerakan menjadi lebih ‘menakjubkan’ sehingga inilah yang menjadi alasan mengapa hewan tak dapat disaingi oleh robot.

“Ternyata, dengan sedikit pengecualian, subsistem rekayasa memiliki kinerja yang lebih baik daripada subsistem biologis – dan kadang-kadang secara radikal mengungguli subsistem tersebut,” kata Thomas Libby, salah satu peneliti dari Laboratorium Robotika, SRI Internasional.

Menurut para peneliti, di masa depan komponen buatan robot ini akan menawarkan potensi kegunaan yang tak terhitung jumlahnya.

“Ketika teknik mempelajari prinsip-prinsip integrasi dari biologi, robot yang berjalan akan menjadi efisien, gesit, dan sekuat robot biologis,” pungkas Max.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *