Berita PopulerBerita TerbaruBerita UnggulanKesehatan

Ancaman Nyata Perubahan Iklim bagi Kesehatan Anak-anak, Apa yang Harus Dilakukan?

LIGAPEDIA.news – Perubahan iklim telah menjadi perhatian serius di seluruh dunia. Ini bukan hanya tentang cuaca yang berubah-ubah, tetapi juga tentang dampak panjang terhadap kesehatan anak-anak.
Secara umum, perubahan iklim bisa dirasakan sangat nyata dari polusi udara yang kian memburuk. Dalam jangka panjang, polusi itu bisa mengubah cuaca harian. Paling parah, bisa membahayakan kesehatan anak.

Dalam laporan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), sekitar 300-an anak di sekolah di wilayah Jakarta Timur mengalami persoalan kesehatan. Sebanyak 106 anak terkena batuk dan/atau flu.

Data sampel satuan pendidikan yang diambil berdasarkan pemantauan kualitas udara di lima titik di wilayah DKI Jakarta dari Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta yang diambil pada tanggal 1 Agustus hingga 21 Agustus 2023.

Ancaman Serius Kesehatan Anak
Melansir laman Harvard T.H Chan School of Republic Health, perubahan iklim yang nyata harus disadari dampaknya bagi kesehatan anak. Sebab, daya tahan tubuh anak berbeda dengan orang dewasa.

Tubuh mereka masih sedang mengalami tahap perkembangan, sistem kekebalan mereka belum sepenuhnya kuat, dan organ-organ mereka masih tumbuh.

Bahkan menurut US Environmental Protection Agency, anak-anak masih bergantung pada orang dewasa untuk perlindungan dan keamanan. Ini membuat mereka lebih berisiko saat terjadi kejadian ekstrem akibat perubahan iklim.

Misalnya, saat banjir, anak-anak mungkin tidak dapat menjaga diri mereka sendiri di atas air atau mendapatkan bantuan selama badai tanpa bantuan orang dewasa.

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa anak-anak saat ini akan menghadapi sekitar tiga kali lipat lebih banyak bencana iklim dibandingkan dengan kakek-nenek mereka, termasuk kebakaran hutan, badai, banjir, dan kekeringan.

Suhu Lebih Panas dan Serangan Penyakit
Beberapa ancaman nyata dari perubahan iklim yang bisa dirasakan anak-anak adalah suhu global yang menjadi lebih panas dan berkepanjangan hingga membatasi anak-anak untuk bermain di luar.

Hal ini disebabkan karena peningkatan gas rumah kaca di atmosfer menyebabkan suhu Bumi menjadi lebih tinggi. Ini bisa membuat gelombang panas menjadi lebih panjang dan lebih berbahaya, terutama bagi kesehatan anak-anak.

Selain itu, serangga seperti nyamuk dan kutu-kutu bisa hidup di tempat-tempat baru yang dulunya tidak mungkin bagi mereka. Mereka bisa membawa penyakit seperti demam berdarah, malaria, dan penyakit Lyme.

Kematian Massal Anak-anak Akibat Kualitas Udara yang Buruk
Hal yang paling mengerikan, menurut data, polusi udara menyebabkan 20% kematian bayi baru lahir di seluruh dunia dan sebagian besar terkait dengan komplikasi berat badan lahir rendah dan kelahiran prematur.

Udara yang dihirup juga bisa semakin buruk sebagai dampak dari perubahan iklim. Polusi udara dari pembakaran bahan bakar fosil dapat menjadi masalah pernapasan anak-anak, bahkan menyebabkan asma dan alergi.

Bahkan, udara yang buruk bisa berdampak pada bayi yang belum lahir, menyebabkan masalah saat mereka dilahirkan.

Dampak Emosional dan Kesehatan Mental Anak
Dalam jangka yang lebih panjang, anak-anak bisa mengalami trauma akibat cuaca yang tak menentu akibat perubahan iklim ini. Cuaca yang buruk seperti badai dapat menghancurkan rumah, mencabut akar keluarga, dan mengganggu pendidikan dengan merusak atau menghancurkan sekolah.

Stres tersebut dapat menyebabkan penyakit di kemudian hari saat mereka dewasa seperti penyakit jantung, stroke, tekanan darah tinggi, dan penurunan kognitif.

Rentan Terkontaminasi oleh Air
Belum lagi, anak-anak memiliki kebiasaan mengonsumsi cairan dalam jumlah yang lebih banyak dibandingkan dengan orang dewasa jika dibandingkan dengan berat badan mereka.

Hal ini akan berbahaya jika sumber air di lingkungan mereka, sudah terkontaminasi dan tercemar. Hal ini akan meningkatkan risiko terkena penyakit perut dan masalah kesehatan lainnya.

Bagaimana Cara Melindungi Anak-anak?
Laporan dari Environmental Protection Agency (EPA) tahun 2023 menunjukkan bahwa tindakan manusia untuk mengubah kebiasaan dapat membantu melindungi kesehatan anak-anak. Kebiasaan ini perlu diubah dari tingkat individu, sosial, hingga negara.

Contohnya, jika kita mengurangi penggunaan bahan bakar fosil, kualitas udara bisa lebih baik dan anak-anak akan terhindar dari banyak masalah kesehatan.

Oleh karena itu, penting bagi kita semua (termasuk dari kalangan pemerintah, pengusaha bisnis dan komunitas) untuk dapat ambil bagian dalam mengurangi dampak perubahan iklim.

Dengan begitu, kita dapat memastikan anak-anak memiliki masa depan yang lebih baik dan lebih sehat.

Sumber : detik.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *