BMKG Ungkap Penyebab Gempa M 6,6 Maluku yang Dirasakan hingga Sorong

LIGAPEDIA.news – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengungkap penyebab terjadinya gempa bumi berkekuatan 6,6 magnitudo yang mengguncang wilayah Maluku, pada Jumat malam (22/9/202).

Menurut Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryanto memaparkan dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya gempa M 6,6 yang terjadi di wilayah Maluku itu merupakan jenis gempa bumi menengah.

Bacaan Lainnya

Pusat gempa yang terjadi pada pukul 23.59 WIT itu tercatat di 7,13 Lintang Selatan dan 129,87 Bujur Timur atau berjarak 69 kilometer timur laut Tepa, Maluku Barat Daya dan 185 kilometer barat laut Saumlaki, Kepulauan Tanimbar dengan pusat kedalaman 214 kilometer di bawah permukaan laut.

“Gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa menengah akibat adanya deformasi batuan dalam slab lempeng yang tersubduksi di bawah Laut Banda,” kata Daryanto.

Dia mengatakan dari hasil analisis yang dilakukan menunjukkan bahwa gempa bumi yang terjadi memiliki mekanisme pergerakan mendatar turun atau oblique normal fault.

Gempa yang berpusat di Laut Banda itu tidak hanya dirasakan getarannya di lokasi yang berdekatan dengan titik gempa seperti Maluku Barat Daya dan Kepulauan Tanimbar namun juga di Kota Tual, Maluku Tenggara hingga ke Sorong, Papua Barat.

Adapun getaran gempa dirasakan warga dengan skala II MMI hingga IV MMI.

Sejauh ini belum ada laporan resmi mengenai dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa tersebut. BMKG pun memastikan gempa tersebut tidak berisiko menimbulkan tsunami.

“Gempa tidak berpotensi tsunami. Kita doakan semoga tidak ada dampak kerusakan,” kata Kepala BMKG Ambon, Djati Cipto Kuncoro kepada Kompas.com via telepon, Jumat malam.

Sumber : regional.kompas.com

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *