Gaya Hidup

Ini Alasan Kenapa Sesama Saudara Justru Sering Bertengkar

LIGAPEDIA.news – Memiliki anak lebih dari satu terkadang membuat orangtua bingung dengan sikap mereka.

Pasalnya, tak jarang terjadi perang saudara di antara mereka. Bahkan, dalam hal-hal kecil. Meski begitu, sebenarnya hal ini tak berlangsung lama.

Karena, sebenarnya setiap saudara memang memiliki hubungan yang berdinamika. Dengan kata lain, hubungan mereka dipenuhi rasa cinta sekaligus benci (love hate relationship).

Berbeda dengan tokoh Mita dalam siniar Dongeng Pilihan Orangtua bersama Majalah Bobo 50 Tahun episode “Menjaga Adik” dengan tautan s.id/DopingAdik. Dikisahkan Mita senang sekali saat menjaga adiknya, Bening.

Saat ibu menugaskan Mita menjaga Bening, Mita menganggap hal itu tak sesulit yang Mita pikirkan. Sampai akhirnya Mita mengalami kejadian yang membuat dia kepusingan.

Love Hate Relationship yang Terjadi pada Saudara

Anak yang memiliki kakak atau adik sering kali dihadapkan dengan pertengkaran.

Namun, uniknya, pertengkaran ini bukanlah bentuk dari membenci satu sama lain, melainkan ungkapan cinta dan kasih sayang.

Banyak pula yang enggan mengungkapkan secara gamblang bahwa sebenarnya mereka juga menyayangi saudaranya.

Untuk menggantikan ungkapan itu, biasanya mereka justru menjahili, mengejek, hingga mengomeli saudaranya.

Dalam The Guardian, Psikolog sekaligus penulis My Dearest Enemy, My Dangerous Friend, Dorothy Rowe mengungkapkan semua hubungan saudara didasarkan pada rasa saling melindungi.

Itulah alasan saudara yang lebih tua biasanya lebih sering mengomeli adiknya.

Sebenarnya, mereka hanya ingin melindungi saudara kecilnya itu, namun dengan cara yang lebih keras.

Dan, terkadang sang adik yang tak memahaminya justru merasa kesal. Melansir New York Times, sebuah studi menunjukkan bahwa konflik saudara dapat terjadi hingga delapan kali dalam satu jam.

Penelitian lain menemukan bahwa saudara perempuan cenderung paling dekat, sementara memiliki saudara laki-laki berpotensi konflik paling besar.

“Konflik memang berkurang pada masa remaja; itu seperti menurun,” kata Mark Ethan Feinberg, seorang profesor riset kesehatan dan pembangunan manusia di Universitas Pennsylvania, dalam sumber yang sama.

Peran Orangtua dalam Pertengkaran Saudara

Orangtua berperan untuk memahami bagaimana hubungan anak mereka berjalan.

Apakah pertengkaran yang terjadi masih dalam batas toleransi dan semakin mempererat hubungan mereka atau justru memutus tali persaudaraan.

Karena, bisa jadi anak mereka bertengkar karena ada persaingan di antara mereka. Tanpa disadari, persaingan ini dipicu oleh pola asuh yang salah, misalnya membanding-bandingkan.

Setelah mereka bertengkar, orangtua bisa mencari tahu apa yang menjadi pemicunya. Dengarkan opini dari setiap anak dan cobalah untuk memahami masing-masing sudut pandang.

Bantu mereka menyelesaikan konflik itu dengan mengadakan diskusi tanpa saling menyalahkan, menuduh, atau membuat salah satu pihak mengalah. Kemudian, beri kesempatan mereka untuk saling memaafkan.

Sumber : lifestyle.kompas.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *