Kebakaran di Gunung Sumbing, Ini 5 Hal yang Diketahui Sejauh Ini

Kebakaran di Gunung Sumbing, Ini 5 Hal yang Diketahui Sejauh Ini
Kebakaran di Gunung Sumbing, Ini 5 Hal yang Diketahui Sejauh Ini

Ligapedia.news – Kebakaran melanda Gunung Sumbing di Jawa Tengah. Sebanyak 44 pendaki dievakuasi turun saat kebakaran terjadi. Tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.
Kebakaran tersebut diduga berada lereng barat atau masuk wilayah Wonosobo. Berikut sederet hal yang diketahui soal kebakaran di Gunung Sumbing.

1. Awal Mula
Dikutip dari detikJateng, Ketua Forum Pengelola Gunung Sumbing (FPGS) Lilik Setiyawan saat dihubungi membenarkan adanya kebakaran di Gunung Sumbing. Api kebakaran diduga berasal dari wilayah Sapuran, Wonosobo, Jawa Tengah sejak Jumat (1/9).

Bacaan Lainnya

“Api diduga berasal dari wilayah Sapuran Wonosobo. Sebenarnya semakin sore jam 15.30 WIB, setelah kabut terbuka kelihatan titik asap,” kata Lilik,Jumat (1/9.

Atas kejadian tersebut, pihaknya langsung melakukan koordinasi dengan Perhutani, maupun Forkompincam. Kemudian, melakukan langkah-langkah untuk tindak lanjut.

Sementara itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Wonosobo Bambang Trie menyebut lokasi kebakaran Gunung Sumbing tepatnya berada di petak 29. Lokasi ini jauh dari pemukiman warga.

“Lokasinya di petak 29. Kalau jarak dengan pemukiman jauh. Jadi untuk pemukiman warga aman,” ujarnya.

2. Semua Jalur Pendakian Ditutup
Semua jalur pendakian menuju Gunung Sumbing dilakukan penutupan sementara akibat kebakaran di Gunung Sumbing. Administratur/KPH Kedu Utara, Damanhuri mengatakan, terhitung mulai malam ini, Jumat (1/9), seluruh jalur pendakian menuju Gunung Sumbing ditutup hingga batas waktu yang belum ditentukan.

“Iya seluruh jalur (pendakian) Sumbing mulai malam ini ditutup,” kata Damanhuri, Jumat (1/9).
3. 44 Pendaki Dievakuasi Turun
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Wonosobo Bambang Trie mengatakan dari hasil pantauan di beberapa jalur pendakian Gunung Sumbing terdapat 44 pendaki yang berada di Gunung Sumbing. Dari jumlah tersebut, para pendaki berasal dari jalur Reco dan basecamp Lamuk.

“Kami tadi mantau untuk pendaki yang ada di Gunung Sumbing dari Garung, Reco ada 37 orang. Dan dari basecamp Lamuk ada 7 orang,” ujarnya, Jumat (1/9).

Adapun 44 pendaki tersebut sudah dievakuasi turun dari Gunung Sumbing. Pihaknya pun telah melakukan koordinasi dengan pengelola basecamp untuk melakukan evakuasi para pendaki, baik yang melalui Garung Reco maupun Lamuk.

“Kepada basecamp supaya mengkondisikan agar para pendaki untuk turun. Juga basecamp Lamuk juga bisa evakuasi tujuh pendaki untuk turun,” kata dia.

Sementara itu, untuk jalur pendakian Gunung Sumbing via Banyumudal terbilang nihil. Selain pendaki tersebut, tidak ada warga sekitar yang berada di ladang dekat dengan lokasi kebakaran karena kebakaran terjadi sore hari.

“Untuk jalur Banyumudal saat ini nihil. Kalau warga juga tidak ada karena kejadian kebakaran ini sudah sore,” terangnya.

4. Kondisi Terkini
Kepulan asap kebakaran Gunung Sumbing pagi ini, Sabtu (2/9/2023) sudah tidak terlihat. Plt Waka Administratur (Adm) KPH Kedu Utara, Ana Wahyu Yuliastuti mengatakan, update pada hari ini, Sabtu (2/9/2023) pukul 07.15 WIB relawan melakukan penyisiran titik api untuk memastikan kondisi di lapangan.
“Dari Wonosobo – Banyumudal relawan mulai naik kembali untuk penyisiran kemungkinan masih ada sisi api,” katanya dalam pesan singkatnya, Sabtu (2/9/2023).

Adapun dari basecamp Adipuro Kaliangkrik pada Sabtu (2/9), telah berkumpul personel dari Perhutani, Polresta Magelang, Kodim 0705/Magelang dan relawan. Mereka melakukan pemantauan naik Gunung Sumbing.

5. Upaya Pemadaman Masih Dilakukan
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Wonosobo, Bambang Trie mengatakan api bergeser menuju sisi barat Gunung Sumbing. Hingga Sabtu (2/9) pukul 15.00 WIB, tim masih melakukan upaya pemadaman melalui jalur pendakian Desa Lamuk, Kalijajar.

“Untuk yang di wilayah Banyumudal Kecamatan Sapuran dan Kwadungan Kecamatan Kalikajar sudah terkondisikan. Pemadaman sudah 90 persen. Namun api mengarah ke barat. Jadi ini masih dilakukan pemadaman melalui jalur pendakian Desa Lamuk, Kecamatan Kalikajar,” terangnya saat ditemui di basecamp Lamuk, Sabtu (2/9/2023).

Pemadamannya dilakukan secara manual mengingat lokasinya yang jauh, yaitu di ketinggian 2500 hingga 2900 MDPL (meter di atas permukaan laut).

“Pemadaman dengan menggunakan selang atau Damkar tidak memungkinkan dilakukan, karena lokasinya jauh. Jadi dengan cara gepyok dan pembuatan ring. Agar api tidak merembet lagi,” ujarnya.

 

sumber – news.detik

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

4 Komentar