Pajak Gila MotoGP India, Marquez Bisa Kena Rp58,9 Miliar

LIGAPEDIA.news – Motor-motor belum juga melintasi Sirkuit Buddh dalam MotoGP India 2023, namun sudah banyak berita tersiar soal penyelenggaraan yang mendapat sorotan termasuk mengenai pajak tinggi untuk pembalap.

Bukan tanpa maksud bila panitia lokal MotoGP India 2023 meminta data kontrak para pembalap sejak dua bulan lalu. Pasalnya India mengenakan pajak kepada para pembalap sebesar 20,8 persen dari pendapatan tahunan untuk bisa balapan di Sirkuit Buddh.

Bacaan Lainnya

Dengan demikian pembalap dengan nama besar seperti macam Marc Marquez bisa terkena pajak hingga 3,6 juta euro (setara Rp58,9 miliar) demi bisa tampil di MotoGP India 2023.

“Jika pembalap seperti Marc Marquez mendapat penghasilan 15 hingga 18 juta euro di Honda, sekitar 3 hingga 3,6 juta euro harus diberikan untuk bisa tampil di Grand Prix,” tulis Speedweek.

Sementara pembalap-pembalap lain seperti Fabio Quartararo, Joan Mir, atau Francesco Bagnaia yang memiliki pendapatan tahunan di atas 5 juta euro bakal kena pajak sekitar 1,04 juta euro yang senilai Rp17 miliar.

Dilansir dari Speedweek pajak-pajak tidak ditanggung oleh para pembalap, melainkan oleh pabrikan seperti Honda, Yamaha, Ducati, Aprilia, dan KTM.

Ducati Corse contohnya telah membayar pajak untuk Bagnaia, Michele Pirro, Johann Zarco, dan Jorge Martin dengan cara transfer pada Rabu (20/9). Guna membayar pajak tersebut, pabrik-pabrik memotong gaji tahunan para pengemudi.

Dengan demikian tim-tim seperti GASGAS Tech3, LCR Honda, atau Prima Pramac tak perlu pusing dengan biaya tambahan untuk balapan di India tersebut karena para pembalap terikat kontrak dengan pabrik.

Sementara para pembalap yang berlaga di kelas Moto2 dan Moto3 yang mendapat kompensasi dari Dorna dan IRTA (Asosiasi tim balap MotoGP) untuk setiap penampilan di ajang balap grand prix, tidak perlu membayar pajak. Hal itu sudah disepakati Dorna dan pihak berwenang.

Otoritas pajak India kemudian menerbitkan sertifikat pajak yang telah dibayarkan, yang kemudian dapat diklaim kembali atau dipotong dari pengembalian pajak di negara tempat mereka tinggal.

Jumlah pajak yang lebih dari 20 persen di India melebihi pajak pendapatan di Andorra yang merupakan negara tempat banyak pembalap MotoGP tinggal. Di Andorra, para pembalap seperti Aleix Espargaro, Alex Rins, Augusto Fernandez, Brad Binder, Fabio Quartararo, Jack Miller, Joan Mir, Maverick Vinales, dan Pol Espargaro hanya berkewajiban membayar 10 persen pajak penghasilan.

Sumber : www.cnnindonesia.com

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *