Pesawat Antariksa Starliner Berhasil Antar 2 Astronaut ke ISS

Pesawat Antariksa Starliner Berhasil Antar 2 Astronaut ke ISS
Pesawat_Antariksa_Starliner_Berhasil_Antar_2_Astronaut_ke_ISS

LIGAPEDIA.news – Pesawat antariksa Boeing, Starliner, berhasil membawa dua astronaut ke Stasiun Antariksa Internasional (ISS) pada Kamis (6/6) pukul 13.34 EDT atau Jumat dini hari (7/6) waktu Indonesia.

Starliner dan ISS berhasil melakukan kontak ketika berada di atas Samudera Hindia bagian selatan. Kontak tersebut dikatakan sedikit terlambat dari yang dijadwalkan.

Read More

Sebelumnya, Starliner dijadwalkan melakukan docking pertama pada pukul 12.15 EDT atau 1 jam 19 menit lebih awal. Keterlambatan tersebut terjadi karena lima dari 28 pendorong kontrol reaksinya tidak berfungsi.

Namun, tim misi berhasil menghidupkan kembali empat pendorong yang mengalami kerusakan, dan Starliner pun diizinkan untuk mendekati ISS pada kesempatan berikutnya.

Masalah pendorong Starliner terjadi setelah dua kebocoran helium yang terdeteksi oleh tim misi usai kapsul mencapai orbit. Kebocoran helium yang berbeda juga terjadi sebelum peluncuran, tetapi tidak dianggap sebagai masalah serius.

Starliner diluncurkan pada Rabu (5/6) dalam misi astronot pertamanya, yang dikenal sebagai Crew Flight Test (CFT). CFT mengirimkan astronaut NASA, Butch Wilmore dan Suni Williams, ke ISS untuk tinggal selama kurang lebih satu minggu.

“Butch dan Suni, kerja bagus,” kata Neal Nagata, CAPCOM (komunikator pesawat ruang angkasa) NASA melalui radio, menyambut para astronaut Starliner dari Mission Control di Houston, dikutip dari Space, Jumat (7/6).

“Selamat datang kembali ke ISS,” tambahnya.

Merespons ucapan tersebut, Wilmore mengatakan dirinya “senang bisa bersandar di kota besar di langit.”

“Ini adalah tempat yang luar biasa. Kami tidak sabar untuk tinggal di sini selama beberapa minggu dan menyelesaikan semua hal yang perlu kami lakukan,” ujarnya.

Sekitar dua jam setelah bersandar, Wilmore dan Williams membuka palka Starliner dan memasuki ISS dan menerima sambutan hangat dari tujuh anggota kru Ekspedisi 71 yang sedang bertugas di sana.

Mereka disambut oleh dering lonceng yang merupakan tradisi ISS, musik, dan “tarian” gravitasi nol saat keduanya melayang di sekitar modul Harmony, sambil memeluk rekan-rekan kru baru mereka.

“Wow, senang sekali bisa kembali ke sini,” kata Wilmore saat upacara penyambutan.

“Tentu saja, kami telah pergi untuk beberapa waktu, tapi suasana ini sangat hangat,” imbuhnya,

Wilmore maupun Williams sama-sama pernah terbang ke ISS sebelumnya dalam misi yang berbeda.

Lebih lanjut, jika misi CFT Wilmore dan Williams berjalan lancar, Starliner akan disertifikasi untuk menerbangkan astronaut NASA dalam jangka panjang ke laboratorium antariksa tersebut.

Boeing menerima kontrak senilai US$4,2 miliar untuk melakukan misi ini pada 2014.

Selain Boeing, SpaceX juga mendapatkannya kontrak serupa dengan nilai US$2,6 miliar. Perusahaan milik Elon Musk ini menerbangkan versi CFT-nya, yang dikenal sebagai Demo-2, pada 2020 dan saat ini sedang dalam misi operasional berawak kedelapan ke ISS.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *