Puan Tak Mau Tanggapi Soal Data Intelijen Jokowi

Puan_Tak Mau Tanggapi Soal_Data Intelijen-Jokowi-min

LIGAPEDIA.NEWS– Ketua DPP PDI Perjuangan, Puan Maharani tidak mau menanggapi Pernyataan Presiden Jokowi yang menyampaikan bahwa dirinya telah mendapatkan informasi dari intelijen terkait data arah partai politik (Parpol). Dia menuturkan, Jokowi dinilainya memiliki tujuan saat menyampaikan hal tersebut.

“Ya tanya Pak Jokowi kenapa bicara seperti itu, jangan tanya PDIP Perjuangan,” kata Puan Maharani di Pondok Pesantren Al-Hamid Cipayung, Jakarta, Senin (18/9).

Bacaan Lainnya

“Pastinya Pak Jokowi punya pertimbangan dengan menyatakan hal tersebut. Jadi, tanyakan kembali Presiden,” tutupnya.

Tak Ada Penyalahgunaan

Tanggapan juga datang dari Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD. Menko Mahfud menjelaskan soal informasi intelijen yang dimiliki Presiden Joko Widodo (Jokowi), sebagai kewajaran.

Menurutnya, data intelijen yang dimiliki Jokowi tidak ada kaitannya dengan cawe-cawe dalam Pemilu 2024.

“Enggak urusan urusan cawe-cawe, itu tidak ada kaitannya. Ini Presiden pasti punya intelijen, siapa politikus yang nakal, siapa politikus yang benar. Siapa yang punya kerja gelap, siapa yang punya kerja terang, itu punya Presiden,” kata Mahfud di Jakarta, Minggu (17/9).

Dia membantah tudingan koalisi masyarakat sipil yang menilai Jokowi telah menyalahgunakan data intelijen untuk tujuan politik pribadi.

Mahfud mengatakan, tak ada undang-undang yang dilanggar oleh Jokowi.

“Presiden wajib diberi laporan setiap saat oleh intelijen, itu ketentuan undang-undangnya. Apa gunanya ada intelijen kalau tidak boleh lapor ke presiden,” ujarnya.

Sebelumnya diketahui, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan bahwa dirinya memiliki informasi dari intelijen terkait rencana dari semua partai politik (parpol) di Indonesia. “Saya tahu dalamnya partai seperti apa, saya tahu, partai-partai seperti apa saya tahu, mereka menuju kemana saya tahu,” kata Jokowi saat membuka Acara Seknas Jokowi di Hotel Salak, Kota Bogor, Jawa Barat, Sabtu (16/9) kemarin.

Jokowi menuturkan, informasi intelijen yang didapatkan sangat lengkap yakni dari kepolisian dan Tentara Negara Indonesia (TNI).

“Informasi yang saya terima dari intelijen ada BIN (Badan Intelijen Negara) dari Polri ada, dari intelijen TNI saya punya BAIS,” tuturnya.

Tak hanya itu, kata Jokowi, dirinya juga memiliki informasi pendukung seperti data hingga survei terkait 2024. Meski begitu, data itu hanya dimiliki oleh dirinya sendiri.

“Dan informasi-informasi di luar itu, angka data, survei semuanya ada. Saya pegang semua dan itu hanya miliknya Presiden karena langsung, langsung ke saya,” ujarnya.

sumber : validnews.id

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *