Ukraina Menggila, Ramai-Ramai Kota Rusia Didrone

LIGAPEDIA.news – Ukraina dilaporkan kembali melakukan serangan balas dendam ke Rusia. Pesawat tak berawak (drone) menyerang sejumlah wilayah mulai dari Krimea, Moskow, hingga menyebabkan kebakaran di depot minyak di barat daya negeri Kremlin.

“Ukraina dalam beberapa hari terakhir telah melancarkan serangkaian serangan terhadap sasaran militer Rusia di wilayah pendudukan Krimea, termasuk fasilitas Armada Laut Hitam Angkatan Laut Rusia, yang bertujuan untuk melemahkan upaya perang Moskow di wilayah kritis tersebut,” muat Reuters, dikutip Senin (18/9/2023).

Bacaan Lainnya

“Serangan jauh di wilayah Rusia, jauh dari garis depan (perang), juga meningkat, dan pejabat Moskow mengatakan setidaknya dua drone ditembak jatuh di wilayah ibu kota pada Minggu pagi,” muat media itu lagi.

Dalam laporan yang sama disebut pula bagaimana 30 penerbangan ditunda dan enam dibatalkan di bandara-bandara utama Moskow. Perlu diketahui, hal ini merupakan tindakan yang sering dilakukan otoritas penerbangan Rusia ketika terjadi serangan pesawat tak berawak Ukraina muncul.

“Di barat daya Rusia, sebuah drone Ukraina merusak depot minyak pada Minggu pagi, memicu kebakaran di tangki bahan bakar yang kemudian padam,” tegas gubernur regional Oryol.

“Tidak ada korban jiwa,” tambahnya. Drone juga dilaporkan menyerang wilayah Voronezh dan Tusla Rusia.

Sementara itu, dalam sebuah pernyataan opini Sabtu, sekretaris Dewan Keamanan Ukraina Oleksiy Danilov, mendesak sekutu Kyiv untuk mempercepat pengiriman senjata. Ia mengatakan bahwa ini adalah satu-satunya cara untuk mengakhiri perang.

“Misalnya, menghapus seluruh atau sebagian Armada Laut Hitam Rusia … akan secara signifikan mempercepat keluarnya Rusia dari perang yang sedang berlangsung,” tulis Danilov di situs berita Ukrainska Pravda.

Perang Rusia Ukraina telah terjadi sejak Februari 2022. Keinginan Ukraina menjadi anggota aliansi NATO menjadi salah satu alasan Presiden Rusia Vladimir Putin melancarkan serangan ke negara mantan Uni Soviet itu.

Sejumlah sanksi telah diberikan Barat ke Rusia atas tindakan tersebut meski belum bisa menghentikan perang. Akibat serangan harga energi dunia dan pangan global meningkat signifikan.

Sumber : www.cnbcindonesia.com

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *