Berita TerbaruBerita Viral

Viral Penumpang Numpuk di Stasiun Sudirman sampai Lawan Arus Eskalator

LIGAPEDIA.news – Sebuah video viral di media sosial yang memperlihatkan penumpukan penumpang KRL Commuter Line di Stasiun Sudirman, Jakarta Pusat, hingga warga berdesak-desakan.

Sejarah Stasiun Sudirman

Dibuka pada tahun 1978, Stasiun Sudirman telah menjalani beberapa renovasi besar untuk memenuhi kebutuhan penumpang yang terus bertambah. Stasiun ini terhubung dengan Jalur Kereta Api Commuter Line Jakarta yang menghubungkan berbagai wilayah di Jakarta dan sekitarnya.

Ini membuatnya menjadi tempat transit yang sangat penting bagi para pekerja, pelajar, dan penduduk Jakarta yang ingin mencapai tujuan mereka dengan lebih efisien.

Video Viral di Stasiun Sudirman

Terlihat kepadatan peron Stasiun Lama arah Cikarang sampai para penumpang yang menggunakan eskalator sudah tidak bisa lagi turun menuju peron. Beberapa penumpang yang hendak turun bahkan memaksa naik lagi hingga melawan arus eskalator.

Sementara itu, beberapa penumpang yang terhimpit di peron berteriak meminta pertolongan petugas untuk menghentikan sementara eskalator demi mencegah bertambahnya orang. Tak lama kemudian, petugas keamanan yang berjaga pun datang dan eskalator berhenti bergerak.

Video tersebut tampak diunggah pada Rabu (11/10). Sejumlah netizen pun mengkritik PT KAI soal lalu lintas jalur KRL yang kerap bersinggungan dengan KA jarak jauh di sore hari saat rush hour.

Di kolom komentar, sebagian netizen lainnya bahkan mengharapkan ada penambahan gerbong kereta hingga pengalihan kepadatan ke stasiun lainnya.

Banyak netizen yang khawatir kepadatan penumpang seperti ini dapat menyebabkan risiko kecelakaan seperti desak-desakan atau stampede.

“Kondisi seperti ini membahayakan keselamatan penumpang karena kondisi penuh desak-desakan dan panas bisa memicu penumpang jatuh pingsan. Daripada sibuk sama KCIC, mending urusin KRL,” ujar netizen lainnya.

Sementara itu, PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) mengakui bahwa kepadatan di Stasiun Sudirman disebabkan oleh kenaikan penumpang.

External Relation and Corporate Image Care Manager PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) Leza Arlan mengatakan peningkatan volume penumpang ini dipengaruhi oleh terintegrasinya Stasiun Sudirman dengan MRT, TransJakarta, dan LRT yang baru diresmikan dan dioperasikan pada Agustus lalu.

“Dalam kurun lebih dari satu bulan berjalannya LRT Jabodebek, jumlah pengguna di Stasiun Sudirman beranjak naik, yang sebelumnya melayani 27.356 orang menjadi 36.190. Terdapat kenaikan 32 persen,” kata Leza ketika dikonfirmasi di Jakarta, Kamis (12/10).

Sumber : www.cnnindonesia.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *