Viral Peti Jenazah Sampai di Pajaki bea Cukai

Viral Peti Jenazah Sampai di Pajaki bea Cukai
Viral Peti Jenazah Sampai di Pajaki bea Cukai - ligapedia.news

Ligapedia.news – Bea Cukai RI kembali menjadi sorotan. Hal ini berawal dari seorang pengguna akun X (Twitter) yang bercerita saat dirinya melayat ayah temannya yang meninggal di Penang, Malaysia. Kemudian, ia menyebut jika temannya harus membayar bea cukai 30% dari harga peti jenazah ayahnya.

Pihak Direktorat Jenderal (Ditjen) Bea Cukai Kementerian Keuangan lalu merespons curhatan tersebut lewat akun X @beacukaiRI.

Bacaan Lainnya

“Dalam hal pengiriman peti jenazah dari luar negeri ke Indonesia dapat kami pastikan TIDAK DIPUNGUT bea masuk & pajak dalam rangka impor (PDRI),” ujar pihak Bea Cukai Sabtu (11/5/2024).

“Pengiriman peti jenazah dari luar negeri diberikan pembebasan bea masuk & PDRI serta fasilitas RUSH HANDLING atau PELAYANAN SEGERA,” tambah pihak Bea Cukai.

Lantas, bagaimana aturan bea cukai soal biaya peti mati? Berikut penjelasannya.

Aturan Bea Cukai Terkait Peti jenazah

Dilansir situs resmi Bea Cukai RI, Kepala Subdirektorat Humas dan Penyuluhan Bea Cukai, Encep Dudi Ginanjar, mengungkapkan bahwa pernyataan di Twitter tentang peti jenazah yang dikenai bea masuk 30% dipastikan tidak benar.

Setelah dilakukan pengecekan atas pengiriman peti jenazah dan jenazah dari Penang, Malaysia, tidak ada yang ditagih atau dipungut bea masuk ataupun pajak dalam rangka impor.

“Perlu diketahui bahwa atas pengiriman jenazah dari luar negeri ke Indonesia tidak dipungut bea masuk dan pajak dalam rangka impor,” kata Encep.

Pembebasan bea masuk diatur pada Keputusan Menteri Keuangan Nomor 138/KMK.05/1997, tentang Pembebasan Bea Masuk Atas Impor atau Kemasan Lain yang Berisi Jenazah atau Abu Jenazah. Ini bunyi aturannya yang tertuang dalam Pasal 1 dan Pasal 2.

“Peti atau kemasan lain yang berisi jenazah atau abu adalah balok atau kemasan dengan tidak memandang jenis atau komposisi, yang digunakan untuk menyimpan jenazah atau abu bagi keperluan pengangkutan ke dalam daerah pabean Indonesia, diberikan bebas bea masuk.”

Ada Layanan Rush Handling untuk Peti Jenazah

Encep mengatakan selain diberikan bebas bea masuk, ada fasilitas Rush Handling terhadap importasi mayat dan peti mati. Apa itu Rush Handling?

Rush Handling atau pelayanan segera adalah pelayanan kepabeanan yang diberikan atas barang impor tertentu yang karena karakteristiknya memerlukan pelayanan segara untuk dikeluarkan dari kawasan pabean, salah satunya jenazah.

“Apabila terdapat tagihan saat penanganan peti mati, ada baiknya importir memastikan lagi detail tagihan kepada pihak kargo atau agen yang menangani pengiriman jenazah,” pungkas Encep.

Pencuit Minta Maaf

Duduk perkara peti jenazah kena pajak 30 persen, begini bantahan bea cukai dan permintaan maaf pencuit

Akun warganet pencuit isu peti jenazah yang dikenai bea masuk tersebut akhirnya mengklarifikasi bahwa biaya yang harus dibayar temannya itu merupakan tagihan dari pihak swasta yang melakukan jasa pengurusan jenazah, bukan dari pihak Bea Cukai. Ia pun meminta maaf atas kegaduhan yang terjadi.

“Biaya yang dipungut di Bandara Soetta dijelaskan adalah murni dari pihak swasta yang melakukan jasa pengurusan jenazah, sehingga di luar kebijakan apapun dari pihak kantor bea cukai,” cuit netizen tersebut, dilansir detikFinance, Minggu (12/5).

“Atas dinamika publik yang terjadi akibat tweet dimaksud, saya mohon maaf dan ke depannya untuk mecoba lebih memahami aturan yang berlaku. Terima kasih,” tambahnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *