Viral Rider Moto2 Marcos Ramirez Beli Bensin Eceran di Mandalika

Viral Rider Moto2 Marcos Ramirez Beli Bensin Eceran di Kuta Mandalika
Viral Rider Moto2 Marcos Ramirez Beli Bensin Eceran di Kuta Mandalika

LIGAPEDIA.news – Aksi Marcos Ramirez Fernandez, rider Moto2, membeli bensin eceran di Desa Kuta Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), viral di media sosial (medsos). Rider American Racing berusia 25 tahun ini bahkan menuangkan sendiri bensin dari dalam botol ke tangki motor.

Penjual bensin eceran bernama Ramlah (50) mengaku kaget setelah video yang memperlihatkan dirinya dan Marcos viral.

Menurut Ramlah, pebalap Spanyol itu membeli empat botol bensin eceran di warungnya, Rabu (11/10/2023).

Read More

Video tersebut diunggah Marcos di akun Instagramnya @24marcosramirez. Dalam video yang berdurasi kurang dari satu menit itu, tampak Marcos mengenakan baju hitam dengan senang menuangkan Pertalite.

“Dia isi sendiri kemarin. Uangnya Rp 50 ribu. Dia beli empat botol. Satu botol itu Rp 12 ribu,” kata Ramlah saat ditemui di warungnya, Sabtu (14/10/2023).

Ramlah mengaku tak tahu kalau Marcos Ramirez adalah salah seorang pebalap yang akan berlaga di MotoGP Mandalika.

Saat Marcos membeli empat botol eceran, uang kembalian sebesar Rp 2 ribu tidak diambil. Marcos yang datang bersama tiga rekannya. Mereka sempat bertanya berapa harga satu liter bensin.

“Saya bilang twelve thousand. Jadi bisalah dikit-dikit bahasa inggris. Karana memang banyak bule di sini kan,” tutur Ramlah.

Menurut Ramlah, sehari-hari memang banyak bule yang membeli bensin eceran karena Kuta Mandalika memang destinasi wisata internasional. Mereka sering membayar lebih meski Ramlah menetapkan harga normal.

“Ada itu kemarin ngasih uang lebih. Malah dia kasih Rp 50 ribu satu liter. Kami jual normal. Mau bule mau lokal tetap Rp 12 ribu,” katanya.

Ramlah pun mengaku selama rangkaian event MotoGP 2023, warung miliknya selalu ramai. Pada hari biasa, Ramlah menutup warung pukul 21.00 Wita. Namun, beberapa hari terakhir dia buka warung sampai pukul 00.00 Wita.

“Pendapatan saya semakin banyak. Sehari bisa Rp 500 sampai Rp 700 ribu. Biasanya sepi kan. Bahkan banyak itu bule belanja tidak ambil kembalian kan. Mungkin ini dia kasihan lihat pedagang di sini,” tandas Ramlah.

Sumber : www.detik.com

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *