Wartawan India Jadi Sasaran Mata-mata Perusahaan Spyware Israel

Wartawan_India_Jadi_Sasaran_Mata-mata_Perusahaan_Spyware_Israel

LIGAPEDIA.news – Para peretas yang didukung India mencoba menanamkan perangkat lunak mata-mata (spyware) yang dibuat NSO Group di iPhone seorang jurnalis India yang bekerja untuk Proyek Pelaporan Kejahatan Terorganisir dan Korupsi (OCCRP) pada Agustus.

Hal ini diungkap salah satu pendiri organisasi tersebut pada Senin (7/11/2023). Analisis terhadap telepon jurnalis tersebut menunjukkan adanya upaya penyusupan pada tanggal 23 Agustus, kata salah satu pendiri OCCRP, Drew Sullivan, kepada Reuters.

Read More

Wartawan tersebut, Anand Mangnale, adalah salah satu dari beberapa orang di India yang menerima peringatan dari Apple yang memperingatkan mereka bahwa mereka telah menjadi target peretas yang disponsori negara.

Peretas mencoba mengakses iPhone mereka dari jarak jauh. Peringatan Apple tidak mengidentifikasi pemerintah di balik peretasan atau spyware yang digunakan.

Sullivan mengatakan bahwa penyelidikan forensik internal mengaitkan upaya penyusupan terhadap ponsel Mangnale dengan alat peretasan Pegasus milik perusahaan Israel NSO.

Spyware

Spyware ini memungkinkan para peretas mendapatkan akses ke ponsel pintar target, memungkinkan mereka untuk merekam panggilan, mencegat pesan, dan mengubah ponsel menjadi alat penyadap portabel.

“Penggunaan alat tersebut pada ponsel Mangnale tidak dapat diterima dan keterlaluan,” kata Sullivan.

“Apapun alasan pemerintah memata-matai para reporter, tidak ada penjelasan yang masuk akal untuk hal itu selain untuk kepentingan politik,” kata Sullivan.

OCCRP, sebuah jaringan jurnalis investigasi global, dikenal karena pengungkapan korupsi dan kejahatan terorganisir yang berbasis dokumen.

Mangnale, yang melaporkan tentang penipuan perusahaan dan korupsi pemerintah, tidak dapat segera dihubungi untuk dimintai komentar.

Perusahaan yang melakukan pekerjaan forensik untuk OCCRP pada perangkat Magnale, yakni perusahaan anti-peretasan ponsel bernama iVerify, mengatakan bahwa mereka menemukan pola kerusakan yang mencurigakan pada perangkat tersebut.

Ini sesuai dengan gangguan Pegasus yang telah diketahui sebelumnya. Salah satu pendiri iVerify, Rocky Cole, mengatakan bahwa ia dapat mengatakan bahwa ponsel ini diserang dengan Pegasus.

NSO Group mengatakan dalam sebuah email bahwa mereka telah melihat pola organisasi yang pergi ke media tanpa temuan yang konklusif, tetapi tidak membahas tuduhan spesifik OCCRP.

Para ahli forensik, reporter, dan pekerja hak asasi manusia juga menuduh penggunaan Pegasus di negara lain, termasuk di ponsel para politisi di Polandia dan wartawan di Meksiko.

Sumber : kompas.com

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *